19 November 9 Tahun Lalu…

Hari ini, tanggal 19 November, tepat 9 tahun lalu, di ruang kelasku yang sepi, III/IPA3 SMU Negeri 4 Denpasar, untuk pertama kali dalam hidupku aku memberanikan diri nembak perempuan teman sekelasku. I Gusti Agung Intan Vinasari namanya, kelahiran 30 November 1980. Persiapan penembakan berlangsung selama seminggu, disertai dengan meminta petuah dari para tetua. Proses penembakan agak terganggu karena Pak Suparma, guru bahasa Inggrisku dengan kumis tebalnya, sempat mampir sebentar sebelum akhirnya berlalu. Sempat buyar juga konsentrasi, namun kata-kata yang sudah kusiapkan sekian lama akhirnya meluncur keluar dari mulutku seiring keringat dingin yang membasahi tubuhku, menunjukkan bahwa aku grogi abis.

Penembakan berlangsung sukses dan perempuan hitam manis itu akhirnya berbagi perasaan senang, sedih, marah, dan segalanya bersamaku selama 6,5 tahun. Proses selama 6,5 tahun dalam kondisi backstreet dipihak dia serta long distance relationship Jogja-Denpasar yang menghabiskan pulsa dan membuat bahagia Ibu wartel dekat kosku. Hubungan yang penuh kenangan manis dan sukses, karena kami berdua mampu mejaga kepercayaan masing-masing tanpa sekalipun melakukan kecurangan alias selingkuh.

Hubungan selama 6,5 tahun itu akhirnya harus diakhiri karena beberapa pertimbangan. Kultur kami yang sangat berbeda, kepercayaan yang tidak akan pernah bertemu kecuali salah seorang dari kami mengalah, orang tuanya yang tidak akan pernah memberikan restunya padaku, usianya yang 2 tahun lebih tua dari aku, serta satu hal penting lagi.

Saat itu, 13 Mei 2005, aku sudah kuliah selama hampir 6 tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera lulus. Intan sudah lulus selama 2 tahun dan bekerja sebagai teller di BRI Diponegoro Denpasar. Kondisi ini membuat aku berpikir ulang tentang hubungan kami. Sebagai seorang cowok yang merasa bertanggung jawab, aku tidak tega merenggut kebahagiaan yang seharusnya menjadi haknya. Itulah satu hal penting itu.

Hari itulah semua hubungan dan kenangan manis mesti diakhiri dengan harapan dia akan menemukan cowok yang jauh lebih baik daripada aku. Cowok yang mampu menjaga dia dan terutama mendapat restu orang tuanya. Berat, namun langkah itu harus diambil.

Dan di sinilah aku 9 tahun sejak saat itu, duduk di depan komputer dan mengetik note ini, berbagi pengalaman, berusaha melangkah maju lagi, berusaha memaafkan diriku sendiri supaya hal itu tidak terjadi lagi dikemudian hari…

FathoniJo

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Lilik Ajah said,

    hm what a sweet story the romantic side of fathoni?🙂

  2. 2

    nia said,

    ha..ha..Fath…..!!
    Setelah sekian lama kau pendam, akhirnya kau publikasikan juga..!! 😉


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: